Ulasan Film The Raid Sampai Pengaruh Budayanya

Home » Movies » Ulasan Film The Raid Sampai Pengaruh Budayanya

Film The Raid: Redemption berhasil mengambil alih panggung dengan sentuhan adegan koreografi bela diri pencak silat yang memukau. Gareth Evans, asal Wales, Britania Raya, adalah orang di balik film ini. Melalui The Raid, ia berhasil mencuri perhatian di kancah perfilman internasional. Yuk kita simak bersama ulasan film The Raid hingga pengaruh besar terhadap budaya.

Sinopsis Film The Raid

Film ini mengisahkan seorang perwira polisi yang terlibat dalam misi mematikan untuk menumpas sindikat narkoba. Latar film berlangsung di sebuah gedung apartemen yang dipenuhi oleh para penjahat berbahaya.

film action indonesia the raid redemption

Cerita berlangsung di gedung apartemen tua sudah tidak berfungsi layak yang dikuasai oleh gembong narkoba yang kejam. Dengan menonjolkan tokoh utama Rama, diperankan Iko Uwais, dia dan tim S.W.A.T-nya memasuki gedung itu dengan misi menangkap target mereka.

Namun, tanpa disangka, mereka mendapatkan gedung itu jebakan mematikan. Mereka terjebak di tengah gempuran brutal dari para penjahat yang bersenjata lengkap dan keahlian bela diri yang mumpuni.

Rama harus melawan musuh-musuhnya yang berbahaya sambil berusaha melindungi nyawa dan keselamatan timnya. Dalam pertempuran yang sengit dan penuh adegan kejam berdarah, Rama menggunakan keterampilan bela diri pencak silat yang luar biasa untuk bertahan hidup dan mencapai tujuan misinya.

Dengan adegan-adegan berdarah yang non-stop, ketegangan yang membangun adrenalin, dan akting para aktor yang ciamik, film ini menyuguhkan pengalaman menonton yang mendebarkan bagi para pecinta film action.

Sementara itu, tokoh lain Jaka, yang diperankan oleh Joe Taslim, anggota tim S.W.A.T yang bekerja bersama Rama dalam misi menumpas kelompok kriminal di gedung tersebut. Dalam pertempuran yang berlangsung di gedung apartemen, sayangnya dia akhirnya tewas dalam pertempuran tersebut.

Kematian Jaka merupakan momen yang mengejutkan dan memberikan dampak emosional dalam alur cerita film. Pengorbanan Jaka menjadi penguat motivasi Rama dan timnya untuk melanjutkan perjuangan mereka.

Mendekati penghujung cerita, setelah mengalahkan musuh-musuhnya, Rama menemukan bahwa target utamanya, Tama (diperankan oleh Ray Sahetapy), raja narkoba yang sangat berpengaruh, juga telah selamat. Dalam pertarungan terakhir, Rama berhadapan langsung dengan Tama dan berhasil mengalahkannya, mengakhiri kekuasaannya yang jahat.

Iko Uwais dalam film action The Raid Redemption
Iko Uwais beraksi pada awal film

Sampailah pada adegan penutup, Rama keluar dari gedung tersebut dengan tubuh yang lemah dan luka parah. Dia disambut oleh polisi yang akhirnya berhasil mengamankan gedung tersebut. Meskipun Rama telah berhasil menyelesaikan misinya, pertarungan brutal yang dia alami telah meninggalkan bekas mendalam pada dirinya.

Akhir cerita film ini menunjukkan Rama yang berhasil menghadapi tantangan dan mengalahkan kejahatan. Namun, dengan banyak pengorbanan dan luka, dia menyadari bahwa perjuangan melawan kejahatan itu gak gampang dan datang dengan konsekuensi berat.

Baca juga : List Penghargaan Film The Raid

Pengaruh Budaya Pada Film The Raid

Lewat aksi bela diri pencak silat yang memukau, film action Indonesia ini membuktikan bahwa Indonesia mampu menghasilkan karya seni yang berkualitas dan disambut dengan baik di pasar internasional. Hal tersebut membuka kesempatan bagi film-film Indonesia untuk mengeksplorasi genre yang selama ini tidak banyak diketahui banyak orang atau biasa dibilang underrated.

Meningkatnya popularitas pencak silat di film ini membuat perhatian banyak orang untuk tertarik mendalami setelah menonton film ini. Koreografi yang berhasil dibangun menjadi contoh bagi produser film action Indonesia untuk meningkatkan kualitas film.

Aktor-aktor dalam film ini, seperti Iko Uwais dan Yayan Ruhian, adalah praktisi pencak silat yang terampil. Mereka membawa keahliannya dalam seni bela diri tersebut ke layar lebar, mempertontonkan aksi-aksi yang spektakuler dan autentik. Gerakan-gerakan pencak silat yang kuat, akurat, dan dinamis menghidupkan adegan-adegan pertarungan dalam film dengan energi yang luar biasa.

Menggunakan pencak silat sebagai landasan aksi dalam film, The Raid juga memperkenalkan keindahan seni bela diri Indonesia kepada penonton internasional. Pencak silat sebagai aset budaya Indonesia mendapatkan perhatian dan apresiasi yang lebih luas melalui film ini.

Baca juga : Adegan Pencak Silat di Film Action The Raid.

Joe Taslim dan Yayan Ruhian dalam film action The Raid: Redemption
Adegan pencak silat Joe Taslim (kiri) dan Yayan Ruhian (kanan)

Dengan menggabungkan keahlian pencak silat, koreografi aksi yang brilian, dan pengambilan gambar yang dinamis, film ini mempersembahkan aksi yang tak tertandingi dan mengeksplorasi keindahan serta kekuatan budaya pencak silat Indonesia.

Fun Fact

Berikut adalah beberapa fun fact yang perlu kamu tau tentang film The Raid:

  1. Semua senjata yang digunakan dalam film The Raid: Redemption itu replika air softgun (bukan senjata api beneran). Setiap anggota yang berperan sebagai tim S.W.A.T menjalani pelatihan dengan Kopaska. Hal ini untuk mempelajari teknik yang digunakan dalam kekuatan menggunakan senjata dan isyarat. 
  2. Yayan Ruhian (pemeran karakter Mad Dog) pernah melatih pencak silat untuk Paspampres pada tahun 1989 dan untuk Korps Polisi Militer Indonesia pada awal 1991.
  3. Gareth Evans awalnya ingin membuat sebuah drama action berlatar penjara, ketika anggaran yang disetujui terlalu kecil ia mengubahnya menjadi film action satu gedung yang menjadi The Raid: Redemption. Keberhasilan film ini memungkinkan dirinya untuk menggunakan anggaran yang lebih besar untuk sekuel The Raid 2: Berandal dimana Gareth mendapatkan keingininan berupa adegan berlatar penjara. Cerita dalam film sekuel dibuat terlebih dahulu ceritanya karena film ini besar dan The Raid: Redemption hanyalah pilot project untuk film The Raid 2: Berandal.
  4. Judul asli The Raid: Redemption yaitu Serbuan Maut.
  5. Nama tokoh utama Rama diambil dari Rama Sukana yang menurut cerita rakyat Sumatera Rama Sukana ialah wanita yang dianggap sebagai orang pertama yang mengajari pencak silat secara terstruktur.
  6. Terlepas dari tagline film yang menyebutkan “30 lantai kekacauan” gedung apartemen di film ini hanya memiliki 14 lantai (15 jika lantai dasar dihitung).

The Raid: Redemption adalah film aksi yang seru, menegangkan, dan menghibur. Film ini dikemas dengan adegan perkelahian yang luar biasa dan aksi yang menegangkan. Jika kamu menyukai film action, maka film ini wajib masuk daftar tontonan kamu.

Baca juga : Fakta Dibalik Film The Raid

Yuk beri tahu pendapatmu tentang film ini di bagian komentar di bawah. Kamu juga dapat membagikan artikel ini dengan teman-temanmu via social media.

Sumber: The Guardian, Roger Ebert, & Rotten Tomatoes.

Meet Author

Tinggalkan komentar